Apakah Manusia Masih Punya Hati Nurani

Dunia semakin lama semakin panas, yang memanas dan mendidikan darah penghuninya, sehingga membuat penghuninya “MABOK”, terutama manusia. Mabok tahta, mabok harta, mabok wanita, mabok hormat, sehingga manusia lupa dengan hati nurani. Apakah masih ada machluk yang namanya yang punya hati nurani, kalau dalam kehidupannya punya semboyan “KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA HARUS DIPERMUDAH”, hal ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

1. Banyak ditemukan, untuk memperoleh jabatan tertentu seseorang menhalalkan segala cara.

2. Banyak sekolah kedinasan, yang dalam penerimaan mahasiswa tidak luput dari uang pelicin, yang nilainya mencapai Rp. 100.000.000,-an, walaupun calon mahasiswa ini tidak memenuhi persyaratan.

3. Banyak SLTP/SLTA unggulan, yang dalam penerimaan siswa baru melalui pintu belakang, yang sudah tentu berbicara nominal.

4. Banyak ditemukan, adanya bantuan yang tidak pernah luput dari potongan yang jumlahnya sangat tidak manusiawi.

Budaya ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika manusia masih memiliki hati nurani. Manusia yang memiliki hati nurani, adalah manusia yang tidak pernah mengambil harta orang lain, yang tidak pernah mempersulit orang lain, yang tidak pernah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, atau manusia yang punya semboyan “KALAU BISA DIPERMUDAH KENAPA HARUS DIPERSULIT”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: